Looking back for a while...

Baru saja kembali dari malamku lagi...
Melihat gemerlap metropolitan dari kejauhan...
Orang-orang yang berlalu-lalang...
Dan kamu yang tersenyum dengan indahnya...
Tetap sama cantiknya seperti yang selalu terekam dalam pikiranku...
Seperti saat aku sendiri memikirkan sgala pekerjaan di depan komputerku,
dan tiba-tiba kamu disana dengan senyum-mu...
Senyum... yang slalu mewarnai hidupku beberapa tahun belakangan...
Yah...
Bahkan saat smua bilang hubungan ini sudah tidak sehat lagi...
Bahkan saat kamupun bilang seperti itu...
Aku tau...
Kamu hanya membuat hidupku lebih baik lagi...

"Tuhan akan memberi kita kecukupan... Tidak lebih... Tidak kurang..."

Dan itu benar adanya...
Saat-saat mengenal kamu,
Saat-saat bersama kamu,
Saat-saat yang cukup untuk membuatku mengerti...
Ada seseorang yang ingin mencintaiku apa adanya, dan berusaha sekuatnya untuk itu...

Dan itu membuatku menyadari, betapa berharganya hidupku... 

Aku menyadari sepenuhnya...
Hidupku slama ini hanya tentang kamu...
Sepenuhnya...
Walaupun aku jarang sekali membiarkan kamu tahu tentang itu...


Walau akhirnya sampai pada waktunya...
Namun...

"Cinta adalah sebuah keputusan..."

Dan aku menghargai keputusanmu...
Juga smua teman-teman yang berusaha melindungi kamu...

Bahkan dariku...
Aku bersyukur untuk kamu dan mereka...


Dan sekarang ini aku hanya bisa mengawasi dan menjagamu dari jauh...
Sambil terus berdoa...
Agar Tuhan memberikan yang terbaik untukmu...

Apapun artinya itu...
Agar Tuhan memberikan yang terbaik pula untukku...
Agar aku bisa menepati janjiku...

Reminder...

"Calm down ...
Calm down, son ...

This should be your redemption ...
Not a way to shed your anger ...

They always have laws to regulate their lives, and despite the fact that the law is often not done,
Still, we must respect it and give those criminals at the authorities, 'cause they're never a target to release your pain ...

It's your redemption ...
It's your way..."

Divinity

Tidak..
Bukan itu..
 

Bukan karena aku membenci-Mu..
Bukan karena aku sedang mencobai-Mu..
Juga bukan karena aku tak percaya lagi pada keberadaan & kemuliaan-Mu..

Hanya saja..
 

Aku tak menemukan apa yang kucari tentang-Mu dari tempat itu..
Dari komunitas2 itu..
Dari keramaian orang2 yang bernyanyi-nyanyi demi kemuliaan-Mu.
Dari seruan orang2 yang berdoa kepada-Mu, yg bahkan, seringkali tidak tahu apa yang sedang mereka lakukan..

Maaf karena aku tdk merasakan kehadiran-Mu bersama mereka..
Maaf karena aku justru menemukan-Mu dlm kesunyianku..

Dalam dingin dan kerasnya tebing yg menjulang disana, saat aku tertopang pada tali temali & menengok, melihat indah karya-Mu dr kejauhan..

Dalam sudut-sudut kota kotor & gelap yang tak pernah ingin mereka sentuh, dimana seorang ibu berjuang untuk makan anak2nya..

Dalam perjalanan panjang di atas bis ekonomi yang kotor dan sumpek oleh keringat lelah para penumpangnya, dimana kenek mantan preman itu membiarkan seorang renta naik walau tdk bisa membayar ongkosnya..

Dalam reruntuhan di pusat gempa, dimana sekelompok orang melakukan apapun untuk menolong korban-korban yg bahkan tak pernah mereka kenal..

Dalam tawaran seorang kakek untuk mampir makan & beristirahat di gubugnya ketika aku lelah menapaki ratusan kilometer lagi untuk pulang..

...

Sekali lagi bukan itu..
Aku takkan pernah mampu menukar imanku dengan hal apapun juga..
Hanya saja, aku temukan kemuliaan-Mu dalam segala tindakan nyata yang hampir tak pernah kulihat dari mereka..

Dan satu hal yang kuinginkan, adalah melakukan hal-hal itu...

Demi kemuliaan-Mu...


Dan aku percaya...
Hubunganku dengan-Mu adalah hal personal yang tidak pernah sebatas kehadiranku bersama mereka...
...
Aku percaya pada-Mu...